BEKASI – Kendala klasik berupa keterbatasan jaringan dan tingginya biaya paket data internet dalam pelaksanaan asesmen berbasis digital kini berhasil diatasi. Melalui inovasi teknologi berbasis jaringan lokal nirkabel, pelaksanaan ujian sekolah saat ini dapat berjalan sepenuhnya tanpa memerlukan kuota internet sama sekali dari perangkat siswa.
Sistem mandiri ini memanfaatkan infrastruktur jaringan lokal khusus yang dirancang untuk menghubungkan gawai atau laptop siswa langsung ke server ujian di area sekolah. Dengan metode terisolasi ini, seluruh peserta didik dapat mengakses soal, mengisi jawaban, hingga mengirimkan hasil ujian dengan lancar tanpa perlu terhubung ke jaringan internet publik.
Selain tidak menggunakan kuota internet, sistem ini juga memiliki keunggulan utama dalam menutup celah kecurangan secara total. Saat ujian dimulai, sistem akan langsung mengunci perangkat gawai atau laptop milik siswa. Fitur keamanan ini membuat peserta ujian sama sekali tidak bisa membuka aplikasi lain, dilarang berpindah tab, serta tidak dapat melakukan pencarian jawaban di mesin pencari (browsing).
Kehadiran teknologi ramah kantong yang aman ini dinilai menjadi angin segar bagi pihak sekolah maupun orang tua murid. Selain mampu memangkas biaya operasional secara drastis, sistem ujian tanpa internet ini memastikan pelaksanaan evaluasi belajar berjalan lebih inklusif, stabil, jujur, dan merata, tanpa ada resiko kendala teknis akibat kehabisan kuota di tengah ujian.
Tim Humas | 22 Juni 2026 | Dibaca : 259
- INFORMASI HASIL PPDB SMPN 18 BEKASI TAHAP 1
- Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik
- Mengenal Pendekatan Pembelajaran Mendalam
- Mensyukuri 81 Tahun Kemerdekaan Merawat Indonesia dengan Kepedulian dan Gotong Royong
- JADWAL KEGIATAN MPLS 2022/2023
- INFORMASI PPDB SMP NEGERI 2020
- Sistem Penerimaan Murid Baru TP 2025-2026
- Informasi SPMB 2026
- PENDAFTARAN PPDB DIMULAI 5 SAMPAI 9 JULI 2021
- Cara Mendaftar Kartu Indonesia Pintar